Monday, May 25, 2015

Idiocy

Oh darling, do not waste
any time
any days
any hour
any second
on me

Your love 
was as pure as the morning dew
but mine
is as cold as the witch's caress

because I am not worth it, 
you are to me
but I am not to you

Darling, 
every night,
falling in love 
to the thoughts of you 
is enough

Wednesday, March 11, 2015

Flash Fiction

The world is huge.
Massive.
With an infinite number of possibilities and opportunities.
But, it can also be cruel and harsh.

Distance
can be such a deal (and heart) breaker.
And such is what happened.

You told me that it is not meant to be.
That the world is full of roughly seven billion other people I could possibly meet and fall in love with.
But how can this be so wrong?
How can you tell me we were a mistake, when every single cell in my body still feels electrified when it remembers the image of your skin against mine,
the same feeling I got 12 months and 5 days ago,
the day we spoken our last goodbye
and you left me standing all alone
in the middle
of an airport terminal?


(I. R.)

Friday, December 26, 2014

; rindu

Ini adalah sebuah puisi tentang jarak
Jarak kasat mata yang akan selalu ada
Jarak yang memisahkan kita berdua
Jarak yang menghalangi kita untuk bahagia.

Ini adalah sebuah puisi tentang jarak
dimana hati kita akan selamanya berjauhan
tidak akan pernah dekat
tidak akan pernah menoreh cerita.

Ini adalah sebuah puisi tentang jarak
dimana kata 'jarak' yang kembali terulang pun
menjadi tidak bermakna agi
karena akupun sudah muak melihatnya.

Jarak membuat kita jauh
Jarak membuat kita tidak bersama
dan pada akhirnya semua perjuangan akan sia-sia
kembali kosong dan hampa
tanpa harapan tanpa cita.

Ini adalah sebuah puisi tentang jarak;
rindu.



(dimana matahari masih terlelap, aku kembali terjaga.
Teracuni oleh segala bisikan
tentang gelombang nestapa
yang akan selalu ada.
00:17)

Friday, October 17, 2014

kepada mereka yang terus meminta;

Bukalah tangan anda untuk mendekap saya dengan erat.
Sebuah pelukan,
pelukan hangat penuh cinta yang mendekap seluruh jiwa dan raga.
Biarkan gejolak bahagia ini mengalir,
diantara tulang, daging, dan kulit.
Biarkan darah ini mengalir deras, 
membuat hati berdegup cepat dan menghasilkan rona merah tomat di pipi.
Usaplah kening saya,
seraya menghilangkan segala kompleksitas dalam pikiran
karena sudut pikir ini sudah menjadi hitam.
Ya, hitam, bukan lagi abu - abu.


Tapi sayang,
saya masih disini duduk manis menatap rembulan.
Redupnya bintang kembali menghipnotis raga,
dan saya pun terisolasi oleh bahasa kalbu.
Mematung, merindu, dan menunggu.
Menunggu gulita menjadi senja,
agar pada akhirnya kita kembali bersua
ditempat awal tatapan kita
menjalin hubungan asmara.

Thursday, July 31, 2014

kepada mereka yang sering bertanya;

mereka bertanya,
bagaimana kamu melakukan semua ini?

salah.
pertanyaan yang benar adalah,
bagaimana kamu bisa?

bagaimana kamu bisa sembunyi
didalam luka abadi
selalu sakit selalu pilu.

bagaimana kamu bisa diam
saat yang lain terurai air mata

apakah kamu manusia?

kamu tidak punya hati.


tapi sayangku,
dia adalah manusia
sama manusianya dengan kamu
tetap mempunyai hati dan jiwa
tetap merasa dalam diam.

sayangku,
saat tertawa lepas
adalah yang paling menyakitkan
 dia akan tetap berada disana
menyaksikan dan ikut tertawa dalam sendu
tidak bergeming
kembali lagi bersembunyi.

sayangku,
saat mereka menangis
hatinya akan ikut tersayat
menimbulkan luka
diatas luka lamanya
dan pada akhirnya ia akan menangis
diatas lukanya, dalam diam dan hening
karena setiap luka yang ada didalamnya
akan sembuh pada akhirnya
tapi tidak akan pernah  hilang.

sayangku,
dia sudah terlalu lama berada dalam kesendirian
kesendirian yang membuatnya mati rasa
dan pada akhirnya diapun terbiasa.

sayangku,
kamu tidak akan menemukan air matanya
jikalau kamu menemukan,
ia akan berada jauh disana
dimana kamu tidak bisa menggapainya.

sayangku,
dengannya kamu tidak akan bermain petak umpet abadi
tetapi dialah yang bermain
mencari cari dimanakah dia yang lain
dia yang membawa bahagia
dia yang membuatnya tidak bersembunyi lagi.

sayangku,
biarkan dia bersembunyi
dalam kepingan hitam, putih, dan abu - abu
biarkan dia bersembunyi
dalam hari yang selalu terasa beku.

sayangku,
dia juga manusia.


(glitch)


Monday, July 14, 2014



"a stranger stabs you in the front
a friend stabs you in the back
a boyfriend stabs you in the heart
but
best  friends only poke each other with straws."

Thank you for staying, thank you for the love, thank you for your understanding, thank you for the comfort, thank you for being a pain in my bump, thank you also for the pain on my cheeks because you occasionally slap me, thank you for loosing my stuff, thank you for being such an amazing person to lean on. 
You are one hell of a guy. I hate you, and I also love you. 
LOL. 
Don't cry when you read this. I am not that sensitive you know. 

Saturday, June 14, 2014

wanderlust

At night her mind would wander,
far far away from here.
She would think of a place to escape,
a place where silent is all she had.
She would lie down her head,
on a soft sand underneath her feet.
The sea would whisper,
"Drown your tears in me."
The cold breeze would say,
"Let me hold you tight."
The sound of waves would scream,
"Be my lover."

And so there she goes,
lost in her own thoughts.
Hiding from everything that is touchable,
seeking comfort from everything that is untouchable.

"I am a wanderer in my own mind," says her in silence.